Berapa Lama Cuti Melahirkan Yang Ideal?

Berapa Lama Cuti Melahirkan Yang Ideal?
Berapa Lama Cuti Melahirkan Yang Ideal? - DPR RI dan Pemerintah RI telah menyetujui untuk mengesahkan 50 RUU pada tahun 2020 ini. Salah satu RUU yang menjadi sorotan yaitu RUU Ketahan Keluarga. Salah satu pasal yang menarik perhatian kaum wanita pada RUU tersebut yaitu mengenai aturan cuti melahirkan dan menyusui. Awalnya aturan dahulu memberikan tiga bulan cuti, dan kalau sudah disahkan menjadi enam bulan untuk cuti melahirkan.

Lalu apakah RUU Ketahanan keluarga ini akan berdampak bagi bagi kesehatan ibu dan bayi? Berikut beberapa ulasannya.

Waktu Ideal Cuti Melahirkan

"hak cuti melahirkan dan menyusui selama 6 (enam) bulan, tanpa kehilangan haknya atas upah atau gaji dan posisi pekerjaannya." itulah salah satu bunyi pada RUU Ketahanan Keluarga pasal 29 ayat 1 poin pertama. 

Lantas apakah waktu cuti selama enam bulan bagi wanita yang melahirkan dan menyusui adalah waktu yang ideal?

Ternyata cuti melahirkan memberikan efek yang positif bagi kesehatan ibu dan anak. Ada beberapa pihak yang mengatakan kalau cuti melahirkan selama 3 bulan adalah hal yang tidak tepat. Apalagi kalau si Ibu mengambil cutinya 1,5 sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Berarti si Ibu harus meninggalkan bayi untuk bekerja yang baru berusia enam minggu.

Dalam jangka waktu 6 minggu setelah melahirkan kondisi Ibu masih dalam proses untuk pemulihan fisik. Apalagi kalau si Ibu menjalani operasi caesar, pasti membutuhkan jangka waktu yang lebih lama.

Ibu membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan untuk bisa tidur selama 4 jam pada malam hari. Sebagian besar, bayi akan akan tidur selama 5 sampai 6 jam pada saat bayi berumur empat bulan. Akan tetapi bisa saja, bayi yang lainnya tidak melakukannya sampai berusia 8 bulan atau lebih.

Ada juga riset dari American Academy of Pediatrics yang beranggapan kalau cuti yang singkat, tidak mendukung pemberian ASI Ekslusif secara maksimal. Nantinya bisa berakibat pada terlambatnya perkembangan bayi, adanya penyakit bahkan sampai resiko kematian pada bayi. 

Maka pemberian ASI Ekslusif selama enam bulan adalah hal yang sangat baik dari segi kesehatan. Apabila RUU Ketahan Keluarga disahkan maka memberikan cuti berbayar kepada Ibu melahirkan dan menyusui sudah sangat tepat.

Berkuarangnya Resiko Depresi Setelah Melahirkan

Proses melahirkan merupakan suatu hal yang tidak bisa diduga, terkadang Ibu sedikit terkejut apabila melahirkan harus melalui caesar. Apalagi pasca melahirkan, kesehatan antara Ibu dan bayi harus di prioritaskan. Karena resiko depresi bagi ibu setelah proses melahirkan itu tinggi. Maka cukup tepat apabila cuti melahirkan menjadi enam bulan.

Cuti hamil yang dengan waktu yang panjang, akan menjaga kesehatan mental si Ibu. Bahkan ada yang mengatakan bisa memperpanjang usia wanita hingga beberapa tahun kedepan. Cuti Hamil selama 6 pun ternyata sangat baik bagi wanita kerja.

Kelebihan cuti kehamilan bukan hanya untuk Ibu saja, melainkan juga bagi anak. Ada sebuah penelitian yang membeberkan kalau anak yang ibunya memilih cuti melahirkan yang lama, anak memiliki perkembangan akademik dan kognitif yang lebih baik. Kemudian pada usia dewasa, cenderung lebih sukses.

Itulah ulasan Plaza Obat mengenai Cuti Melahirkan Yang Ideal dari RUU Ketahanan Keluarga. Semoga dengan adanya RUU ini yang kemudian bisa saja disahkan menjadi UU, bisa memberikan kesejahteraan bagi ibu dan bayi yang lebih baik lagi. 

No comments for "Berapa Lama Cuti Melahirkan Yang Ideal?"

Berlangganan via Email