Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Dan Niat Mandi Wajib Setelah Haid Sesuai Ajaran Islam (Lengkap)

Menjadi wanita adalah hal yang sangat istimewa karena dia memiliki lebih banyak hal daripada pria. Ya, termasuk: haid atau menstruasi. Awal dari siklus menstruasi adalah salah satu proses dimana dinding rahim terpisah karena tidak adanya ovulasi. Ini juga menunjukkan bahwa Anda tidak hamil saat Anda sedang berovulasi.

Dalam Islam, orang dewasa wajib mandi dalam kondisi tertentu. Salah satunya adalah setelah haid, seorang wanita wajib mandi.

Cara Dan Niat Mandi Wajib Setelah Haid Sesuai Ajaran Islam (Lengkap)

Mandi Wajib adalah pembersihan fisik wajib seorang Muslim. Tujuannya adalah untuk membersihkan tubuh dan menyucikan dirinya dari peri-peri besar.

Tata cara mandi wajib juga memiliki khidwanya sendiri, sehingga harus dilakukan dengan benar sesuai dengan ajaran Islam. Ketika mereka ingin sholat, umat Islam harus berwudhu terlebih dahulu sebagai cara untuk menyingkirkan anak di bawah umur.

Sedangkan setelah haid dan nifas, wajib mandi sebelum beribadah. Tata cara mandi wajib bukan hanya mandi biasa, ada tata cara dan praktek yang harus dilakukan.

Selama menstruasi, ia tidak diperbolehkan shalat lima waktu, apalagi saat perut kosong di bulan Ramadhan. Jika Anda melakukannya, Anda benar-benar akan berdosa dan Tuhan Yang Maha Kuasa tidak akan menerima ibadah Anda. Setelah masa haid berakhir, Anda bisa berpuasa kembali asalkan wajib mandi terlebih dahulu. Berikut doa, niat, dan tata cara mandi wajib setelah haid yang benar.

1. Niat Mandi Wajib

Ibarat ibadah pada umumnya, saat mandi wajib harus baca Niatnya ya Bella. Hal inilah yang membedakan antara mandi wajib dan mandi biasa pada umumnya. Anda dapat membaca kalimat ini dalam hati atau lisan. Bahkan buat kamu yang belum hapal, Bath Intent wajib dibaca juga ya.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَ
“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala”
Artinya: Saya berniat mandi wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.

2. Dasar Hukum Dan Perintah Tentang Mandi Wajib

Dasar dari perintah wajib mandi jelas dalam Al-Qur'an, dan itu ditemukan dalam Surah Al-Qur'an, ayat 6, dan wanita, ayat 43 Al-Qur'an.

Al-Maidah ayat 6 berbunyi:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

An-Nisa ayat 43 berbunyi:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

3. Cara Mandi Wajib Secara Umum

  • Cuci kedua tangan 3 kali
  • Bersihkan bagian tubuh yang kotor dengan tangan kiri.
  • Ulangi mencuci tangan
  • Wudhu dengan niat berwudhu
  • Cuci kepala 3 kali sampai pangkal rambut.
  • Pisahkan rambut dengan jari-jari Anda
  • Bilas seluruh tubuh
  • Beri sabun dan sampo

4. Cara Mandi Wajib Setelah Haid

  • Bacalah niat wajib mandi atau mandi dengan seksama terlebih dahulu.
  • Cuci tangan 3 kali lalu lanjutkan membersihkan dubur dan alat kelamin.
  • Bersihkan alat kelamin dengan kotoran di sekitarnya dengan tangan kiri Anda.
  • Setelah membersihkan alat kelamin, cuci tangan dengan menggosoknya dengan sabun.
  • Kemudian wudhu yang sempurna seperti saat kita akan sholat, dari mencuci tangan hingga mencuci kaki
  • Bilas kepala dengan menuangkan air sebanyak 3 kali.
  • Bilas seluruh tubuh dengan air. Mulailah dari sisi kanan dan kerjakan dari sisi kiri. Pastikan untuk membersihkan semua lipatan kulit dan bagian yang tersembunyi.

5. Hal yang harus diperhatikan saat mandi adalah hal yang wajib

  • Gunakan air bersih yang segar tanpa membuat diri Anda terkena kotoran yang dapat mengubah bau dan khasiatnya.
  • Menurut sebagian pendapat mandi wajib bisa sebagai alternatif dari wudhu.
  • Seluruh tubuh, tanpa kecuali, harus terkena air 
  • Jangan memakai sabuk pengaman

Demikian ulasan lengkap niat, shalat, dan tata cara mandi wajib setelah haid yang sehat. Semoga Ini bisa membantu.

Post a Comment for "Cara Dan Niat Mandi Wajib Setelah Haid Sesuai Ajaran Islam (Lengkap)"

Berlangganan via Email