Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Menghadapi Anak Takut, Sering Menangis Pada Waktu Malam Hari

Ketakutan pada anak merupakan suatu keadaan di mana si anak secara alamiah menjadi individu yang melindungi diri dari suatu bahaya yang merupakan pengalaman baru untuknya. Ketakutan anak harus di sikapi dengan bijaksana.

Jika ketakutan ini tidak mendapat respon yang baik ataupun tak mendapat penyelesaian secara tuntas akan berakibat menjadi suatu Pobia. Ketakutan adalah wujud emosi dari anak di situasi yang ia sangat merasa tidak nyaman dan mengancam jiwa nya secara psikologis.

Menghadapi Anak Takut, Sering Menangis Pada Waktu Malam Hari

Tugas Orang tualah untuk mampu memberi pendampingan pada buah hati disaat seperti ini.Ketakutan yang sering di alami pada anak adalah ketakutan saat berada di lingkungan baru, biasanya ketakutan ini lebih bersifat sementara karena biasanya dengan komunikasi dan pendampingan keberanian anak akan muncul kembali.

Anak akan belajar bersosialisasi berada ditempat baru dan bertemu orang asing yang mungkin dia tidak kenali, tapi untuk kasus ini perlu diberi penjelasan pada anak bahwa dia harus tetap waspada di lingkungan baru apalagi dengan orang yang tidak di kenalnya.

Kadang ketakutan dari anak sebatas hal yang spesifik seperti takut, hewan, gelap atau orang asing. Ungkapan ketakutan pada anak pun beragam, ada yang berupa tangisan, jeritan, ataupun ekspresi takut dan tak mau lepas dari orangtua. 

Rasa takut pada anak sebenarnya jika ditangani dengan tepat akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Jika anak merasa ketakutan yang teramat sangat, yang perlu kita terapkan pada anak adalah sebagai berikut :

  1. Selalu di samping anak untuk memberikan pendampingan dan memberikan rasa aman kepada anak
  2. Jangan pernah memberi cibiran yang negatif kepada anak, karena untuk dia ketakutan ini merupakan hal baru untuk memahaminya butuh proses, dan prosesnya pun bertahap.
  3. Jika anak mengekspresikan takutnya dengan menangis cobalah menenangkan si anak dengan memberikan pelukan, yang tentunya akan membuat anak merasa nyaman dan aman.
  4. Cobalah beri pengertian pada anak secara perlahan bahwa ketakutannya bisa ditangani dengan baik nanti berjalannya waktu, karena pemahaman anak pastilah lebih rumit.
  5. Selalu mencoba mencari solusi jika terjadi ketakutan sehingga tidak menjadikan fobia pada anak.

Ada ketakutan yang sering terjadi pada anak, diantaranya ketakutan yang dialami anak pada malam hari, sering terbangun tengah malam.

Biasanya ketakutan ini lebih pada dorongan psikis anak yang terbangun di tengah malam karena takut gelap, takut dan merasa sendiri saat terbangun tengah malam, biasanya ekspresi anak adalah dengan menangis. 

Untuk penanganannya, jika memang anak sedang dalam tahap belajar untuk tidur sendiri cobalah dampingi anak saat masa uji coba tidur sendiri. Dengan menemani sianak hingga anak tidur terlelap dan atau memberikan mainan favoritnya untuk menemaninya tidur. 

Hal ini akan memberikan rasa yang nyaman dan aman untuknya. Beri pengertian pelan pelan bahwa papa dan mamanya masih di dekatnya hanya pisah kamar saja dan jika sewaktu waktu sianak takutpun pintu kamar papa dan mamanya selalu terbuka untuknya, agar anak merasa aman karena papa dan mamanya mengawasinya.

Anak menangis di malam hari itu bisa jadi ini indikasi masih ada kebutuhan nya yang belum tercukupi misalkan si anak lapar atau haus otomatis dia akan bangun dan menangis di malam hari sehingga perlu dilihat dulu apa permasalahannya sehingga anak selalu terbangun di malam hari.

Adapula Anak yang suka terbangun di malam hari karena menahan pipis, karena tidak terbiasa mengompol, untuk yang satu ini biasakan sebelum tidur anak pipis dulu, sehingga dia tidak perlu bangun di malam hari hanya sekedar pipis.

Anak yang terlalu capek beraktifitas dan kurang tidur siang biasanya juga sering bangun di malam hari dan rewel. Untuk masalah ini , biasakan mendisiplinkan anak untuk selalu tidur siang teratur sehingga kondisi badan anak tidak terlalu capek beraktifitas sehingga tidur malamnya pun pulas. karena siklus tidur yang buruk seperti bangun tengah malam juga tidak bagus untuk perkembangan motorik anak.

Karena dengan istirahat yang cukup otak mampu bekerja lebih baik sehingga daya tangkap serta motorik anak pun menjadi bagus.

Semua permasalahan ketakutan yang di alami anak merupakan proses si anak membentuk pribadi, tugas orang tualah memberi stimulasi positif agar ketakutan itu dapat tertangani dengan baik karena berjalannya waktu masa itu akan terlewati dengan sendirinya. 

Tentunya dengan pendampingan dari orang tua yang bijaksana maka ketakutan tidak menjadi pobia.

Post a Comment for "Menghadapi Anak Takut, Sering Menangis Pada Waktu Malam Hari"

Berlangganan via Email