Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Pengaruh Struktur Bakteri Terhadap Resistansi

Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal. Bakteri termasuk prokariota. Mereka adalah bentuk kehidupan paling sederhana dan paling kecil. Ukuran bakteri bervariasi antara 0,2 hingga 100 mikron.

Ukuran dan struktur bakteri lebih kecil dan sederhana daripada protozoa, alga atau fungi.

Pengaruh Struktur Bakteri Terhadap Resistansi

Bakteri hidup di berbagai habitat, misalnya di tanah, mata air panas, limbah radioaktif, laut hingga di bawah permukaan bumi.

Ilmu yang mempelajari bakteri disebut bakteriologi, yang merupakan cabang dari mikrobiologi.

Bentuk Bakteri

Bentuk bakteri bermacam-macam, dari bulat hingga spiral. Ada juga bakteri yang memiliki ekor seperti pecut (flagella) atau berambut (silia) yang berguna sebagai alat gerak. Secara garis besar bentuk bakteri adalah:

  • Bacillus (batang), misalnya Bacillus, Lactobacillus, dan Pseudomonas.
  • Coccus (bulat), misalnya Micrococcus, Streptococcus, dan Sarcine.
  • Spirilla (spiral), misalnya Vibrio, Triponema, dan Camphilovector.

Struktur Bakteri

Bakteri memiliki struktur sel primitif. Setiap sel bakteri memiliki dinding sel kaku yang terbuat dari protein. Seperti halnya dinding sel tumbuhan, dinding sel bakteri tidak mengandung selulosa.

Dalam sitoplasma bakteri terdapat kromatin (materi DNA). Dalam sitoplasma juga terdapat vakuola, granula dan kadang ditemukan pigmen hijau. Sitoplasma menyerupai butiran kental yang mengandung 70% hingga 85% air. Sel bakteri aktif penuh oleh air. Sedangkan sel yang tidak aktif biasanya hampir kering.

Pada beberapa bakteri, permukaan selnya terdapat lapisan lendir atau kapsul. Bila materinya disebarkan maka disebut lapisan lendir. Namun bila materi masih berupa padatan, maka disebut kapsul. Kapsul memudahkan bakteri untuk menempel pada substrat atau individu lain sebagai koloni. Kapsul juga sebagai perlindungan bakteri patogen dari serangan imun inang.

Ada bakteri yang menempel pada substrat atau koloninya dengan semacam rambut tambahan yang disebut fimbriae dan pili. Fimbriae berjumlah lebih banyak, namun lebih pendek daripada pili.

Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif

Sebagian besar dinding sel bakteri mengandung peptidoglikan, yaitu gabungan protein dan polisakarida. Ada dua jenis dinding sel bakteri yaitu gram positif dan gram negatif. Jenis ini berdasar pada reaksi sel pada zat warna gram, yaitu zat untuk menentukan klasifikasi bakteri.

Bakteri gram positif memiliki dinding sel tebal yang mengandung banyak lapis peptidoglikan. Sebaliknya bakteri gram negatif memiliki dinding sel tipis dengan sedikit lapis peptidoglikan yang dikelilingi oleh membran lipid terdiri dari lipopolisakarida dan lipoprotein.

Di antara bakteri patogen (penyebab penyakit), bakteri gram negatif lebih berbahaya daripada bakteri gram positif. Lipopolisakarida pada dinding bakteri gram negatif seringkali mengandung racun dan membran terluarnya melindungi bakteri ini dari sistem imun inangnya. Bakteri gram negatif juga lebih tahan antibiotik karena membran terluarnya mencegah masuknya antibiotik.

Post a Comment for "Pengaruh Struktur Bakteri Terhadap Resistansi"

Berlangganan via Email