Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sistem Pertanian Organik Di Indonesia

Budidaya tanaman yang dikembangkan di Indonesia banyak jenisnya. Tidak hanya tanaman perkebunan dan tanaman pokok saja, kini lebih banyak ditingkatkan tanaman jenis lain yang bernilai jual tinggi seperti tanaman hias dan tanaman organik.

Sistem pertanian organik inilah yang kini banyak dikembangkan dan produk tanaman organik menjadi pilihan konsumen sebagai pola hidup sehat yang mulai banyak diminati.

Sistem Pertanian Organik Di Indonesia

Manfaat Sistem Pertanian Organik

  • Manfaat yang dapat diperoleh dari sistem pertanian organik yang sedang dikembangkan ini antara lain:
  • Tanaman yang dihasilkan bebas dari residu atau sisa-sisa pestisida dan bahan kimia lainnya yang disebabkan oleh kegiatan pemupukan.
  • Tanaman yang dihasilkan ini lebih sehat dan segar.
  • Tanaman yang dibudidayakan secara organik ini mampu menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.

Penerapan Sistem Pertanian Organik

Budidaya tanaman dengan sistem pertanian organik ini pada dasarnya adalah menghindari segala pemakaianan bahan kimia terhadap tanah maupun tanaman. Penerapan dari sistem pertanian organik ini adalah:

Penggunaan Bahan Alami Untuk Kesuburan Tanah

Penggunaan kompos yang berasal dari kotoran hewan ternak atau sisa-sisa tumbuhan untuk membantu menyuburkan tanah pertanian dan menambah unsur hara dalam tanah. Jadi, dalam sistem pertanian organik ini tidak digunakan pupuk buatan/bahan kimia dalam membantu pertumbuhan tanaman.

Selain itu, penanaman tanaman yang menyuburkan tanah seperti kelompok kacang-kacangan, pohon lamtoro dan lainnya yang dapat membantu meningkatkan kandungan nutrisi dalam tanah.

Tidak Menggunakan Bahan Kimia Dalam Budidaya

Sistem pertanian organik ini juga tidak menggunakan penyemprotan pestisida dalam pembasmian hama maupun serangan penyakit lainnya. Untuk mengurangi hama dan penyakit, sistem pertanian organik menerapkan beberapa hal antara lain:

Rotasi Tanaman

Rotasi tanaman digunakan dalam sistem pertanian organik dengan cara pergantian jenis tanaman dalam satu kurun waktu tanam pada lahan yang sama. Artinya, jenis tanaman yang akan ditanam selalu berbeda. Misalnya menanam kentang, setelah panen kemudian diganti dengan tanaman lain seperti cabai. Hal ini untuk mengurangi jumlah serangan hama atau penyakit pada jenis tanaman yang sama.

Penggunaan Tanaman Sela

Tanaman sela dalam sistem pertanian organik bertujuan untuk mencegah terjadinya wabah atau kontak hama dan penyakit dengan lahan lain. Tanaman sela berbeda jenisnya dengan tanaman utama sehingga serangan hama atau penyakit tidak cepat menyebar, contoh seperti pada budidaya karet dilakukan penanaman tanaman sela yaitu Lada. Begitu pula dengan tanaman musiman lainnya seperti tanaman sayuran yang dapat disatukan dengan tanaman sela seperti jagung.

Sistem pertanian organik di Indonesia masih terus dikembangkan agar dapat membantu di dalam penyediaan tanaman organik yang sehat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, sistem pertanian organik ini juga mampu menjaga kelestarian alam dan menyeimbangkan ekosistem.

Post a Comment for "Sistem Pertanian Organik Di Indonesia"

Berlangganan via Email